Pages

NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS - Bagian ke 7

▪️Sejarah

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
NAHRAWAN KUBURAN MASAL PARA TERORIS
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Bagian ke 7

⚔DARAH MEMBASAH DI NAHRAWAN⚔

▪️Setelah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari pertempuran, akhirnya Ali Bin Abi Thalib pun memerintahkan pasukannya untuk menyeberangi sungai Nahrawan. Sebelum berangkat, Ali bin Abi Thalib berpidato dihadapan seluruh pasukannya untuk memberikan motivasi dan semangat jihad. Bahkan Ali bin Abi Thalib menyampaikan sebuah hadits yang beliau pernah dengar dari Rasulullah tentang sekelompok orang yang akan berbuat kekacauan.

▪️Saat berpidato, beliau menilai bahwa ciri ciri yang disebutkan oleh Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam tentang sekelompok orang yang akan berbuat kekacauan.

▪️Saat berpidato, beliau menilai bahwa ciri ciri yang disebutkan Rasulullah Sholallohu 'Alaihi Wasallam ditemukan pada kaum khawarij di Nahrawan. Salah satu cirinya, diantara mereka ada al mukhdaj: seorang yang bagian atas salah satu lengannya seperti payudara perempuan dan diatasnya ada beberapa helai ramput putih❗️

▪️Kedua pasukan telah berhadapan Formasi tempur kaum Khawarij disusun dengan sayap Kanan dipimpin oleh zaid bin Hisn At Tha'i, sayap kiri dipimpin Syuraih bin Aufa, pasukan berkuda dikomandani oleh Hamzah bin Sinan, sementara pasukan invanteri mereka dipimpin oleh Hurqush bin Zuhair.

▪️Sementara Ali bin Abi thalib menunjuk hijr bin Adi sebagai panglima sayap kanan dan  memilih Syibts bin Rib'i dan Ma'qil bin Qais untuk mengendalikan sayap kiri. Sementara pasukan berkuda dipimpin oleh pasukan Shahabat Abu Ayub. Adapun pasukan infantri pihak Ali dikomandani oleh Abu Qotadah Al Anshari.

▪️Sementara itu, pasukan bala bantuan dari madinah yang berjumlah 700 prajurit diserahkan Ali kepada Qais bin Sa'ad bin Ubadah.

▪️Sebelum meletus pertempuran, Ali bin abi Thalib juga memerintahkan kepada Abu Ayub untuk  mengibarkan bendera Amaan (Jaminan keamanan), serta mengumumkan kepada kaum khawarij, Barang siapa datang kebawah bendera Amaan, maka ia dijamin keselamatannya. Demikian juga yang meninggalkan medan lalu menyingkir ke kufah dan madain, ia pun dijamin keselamatannya. Sebab, kami tidak punya keperluan dari kalian, kecuali orang orang yang telah membunuh saudara kami.

▪️Keputusan dari Ali bin Abi Thalib ternyata cukup berhasil. Terbukti, sejumlah besar dari mereka kemudian memutuskan untuk menyingkir dan tidak melibatkan diri dalam pertempuran. Dari 4000 orang khawarij, akhirnya  berkurang dan hanya menyisakan 1000 orang saja.

▪️Pemimpin besar khawarij, Abdullah bin Wahb Ar Rasibi terus membakar dan memprovokasi kaum khawarij untuk segera maju dan menyongsong pasukan Ali.

▪️Ali memerintahkan agar pasukan berkuda mengambil posisi garis depan, kemudain diikuti oleh pasukan infanteri. Ali tak lupa berpesan kepada pasukannya untuk tidak mendahului menyerang. Sementara kaum khawarij memposisikan pasukan pemanah berada digaris paling depan.

▪️Sambil berteriak teriak, Tidak Ada hukm kecuali hukum Allah, Kaum Khawarij bergerak menyerang pasukan Ali bin Abi Thalib. Maka pasukan berkuda Ali segera menyambut mereka. Setelah semakin dekat, pasukan Berkuda Ali memecahkan diri menjadi dua bagian, kekanan dan kekiri arah mereka.

Bersambung...in syaa Allah.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📋 Sumber, Qudwah Edisi 10 Vol 01 2013.
🕸 klik Join telegram ⬇️
📊 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 www.salafymedia.com
📡 Publikasi :
📚 WA Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tidak ada komentar:

Posting Komentar